Blog Kami

Cara Membuat Film Pendek

September 18, 2019 Tip & Trick
Cara Membuat Film Pendek
Apakah Anda bercita-cita untuk menjadi sutradara? Jika impian terbesar Anda adalah memiliki karier yang mapan di bidang penyutradaraan, salah satu proses yang perlu Anda tempuh (meski tidak wajib) adalah belajar membuat film pendek. Meski terkesan berat, menciptakan film pendek yang padat dan menarik sesungguhnya tidaklah sesulit memindahkan gunung. Sejauh Anda melakukan tahapan praproduksi yang benar, memiliki peralatan yang memadai, serta mengaplikasikan berbagai kiat sederhana lain yang tercantum dalam artikel ini, niscaya Anda akan mampu menciptakan film pendek yang berkualitas!

1.Ide dan Pengembangan Membuat Film

Mencari dan menemukan ide cerita dalam film merupakan langkah awal dalam proses membuat film. Dalam tahap ini seseorang dapat menentukan APA  yang ingin dikatakan pada dunia lewat film. Tidak setiap ide untuk sebuah film adalah ide yang baik, namun ketika seseorang telah menemukan ide yang menarik tentu akan dituntut untuk mengembangkannya agar dapat menjadi sebuah rangkaian cerita yang menarik. Proses pengembangan ide ini akan membantu tim produksi dalam memahami apa yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikan lewat film.
Menulis dalam kertas atas ide tersebut akan mempermudah dalam membuat kerangka berpikir. Dari sini kita bisa mentukan struktur film dari babak ke babak, target penonton, siapa penontonnya dan apa yang ingin penonton rasakan setelah melihat filmnya dan lain-lain. Kemampuan menuliskan ide dasar dalam satu kalimat yang menarik tentu akan dapat membantu setiap orang untuk memahami tentang cerita yang akan difilmkan. Ketika ide dasar telah ada, proses selanjutnya adalah mengembangannya menjadi sebuah naskah/skenario.
Disinilah penulis dapat membangun karakter tokoh-tokoh yang ada didalamnya, merancang visualisai dan merancang suara sehingga dapat dipahami oleh seluruh tim produksi. Dalam proses ini tentu tidak luput dari proses riset untuk memperkuat gagasan, dengan melakukan pengamatan dan penelitian yang lengkap akan menyempurnakan proses perencanaan dan pembuatan film tersebut.

2. Pra Produksi

Tahap Pra-Produksi merupakan tahapan yang paling penting dalam sebuah proses membuat film. Dalam pra-produksi Anda merencanakan semua aspek logistik dan kreatif produksi, disinilah Anda dituntut untuk berpikir tentang semua masalah yang mungkin terjadi dan mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut dimuka.
Untuk mempermudah mengorganisir setiap elemen dalam proses membuat film, biasanya akan dibuat script breakdown.
Dengan proses pra-produksi yang matang akan dapat menghemat banyak waktu, uang dan usaha.Casting pemain berlangsung dalam tahap pra-produksi, penentuan jadwal produksi, menentukan durasi waktu yang dibutuhkan, menentukan anggaran, menemukan lokasi, merancang dan membangun set, menentukan aspek rasio film, perencanaan jenis shot dan gerakan kamera, menentukan tim produksi dan menentukan kemungkinan-kemungkinan lainnya jika terjadi sesuatu atau ketika agenda yang ada tidak berjalan seperti yang direncanakan (misalnya masalah cuaca).

3. Produksi

Produksi adalah fase eksekusi dari proses rencana pembuatan film, semua materi audio dan visual dibuat dan dikumpulkan. Sebagian besar kru film berpartisipasi dalam tahap ini, disini sutradara dapat memastikan bahwa script/naskah sedang diikuti secara akurat dan bahwa materi-materi yang diambil baik untuk audio maupun visual merupakan kualitas terbaik.
Secara teknis kamera dan audio recorder mengaambil peran penting selama produksi, pengambilan gambar dan suara harus didasarkan pada naskah dan storyboard. Saat merekam juga penting untuk menjaga pencahayaan – baik alami maupun buatan, karena akan membantu Anda menyampaikan atmosfer film untuk penonton.

4. Pasca Produksi

Proses Pasca-Produksi merupakan proses penyuntingan seluruh stok gambar dan suara yang telah diproduksi. Proses penyuntingan (editing) sendiri merupakan proses memotong dan mengatur ulang, membuang apa yang tidak diperlukan dan memastikan bahwa apa yang tersisa menceritakan kisah dengan jelas.
Biasanya proses pasca-produksi membutuhkan waktu  yang lebih lama dari pada proses produksi itu sendiri, hal ini disebabkan pada saat proses editing harus tetap mengacu dan menggunakan script beserta catatan yang ada pada saat pra-prosuksi dan produksi.
Dalam proses pasca produksi, efek visual, suara khusus, soundtrack film, judul, credit title, subtitle terjemahan, koreksi warna dan kadang-kadang narasi ditambahkan  yang semua materi tersebut disatukan sehingga menjadi satu karya yang utuh.

5. Distribusi (Setelah Membuat Film Selesai)

Distribusi adalah proses di mana film dapat bertemu dengan penonton. Proses distribusi film dapat dilakukan melalui distributor film maupun dilakukan secara mandiri. Distribusi film bisa dilakukan melalui jaringan bioskop, televisi, pemutaran oleh komunitas film, mengikuti festival film, maupun penjualan DVD dari rumah-kerumah. Saat ini, film juga dapat diunggah di internet melalui media sosial, youtube, maupun platform distribusi film online lainnya.

Siap untuk mulai project?

Mari buat mimpimu jadi kenyataan!

Hubungi Kami
messenger whatsapp